Skip to content Skip to footer

Pekerja di Garis Depan Transisi Energi : Forum Aprecon 2025 Menguatkan Suara Publik

Kathmandu, Nepal – 8 September 2025 – Forum Sektor Energi pada APRECON 2025 berhasil menghadirkan serikat pekerja dari seluruh Asia Pasifik untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan memperkuat peran mereka dalam transisi energi dan perubahan iklim. Forum yang difasilitasi oleh Tom Reddington, Koordinator PSI Sub-regional Oceania/AP Utilities & Perubahan Iklim, menekankan pentingnya energi publik dan menyoroti tantangan privatisasi dalam konteks JETP yang didukung lembaga multilateral, termasuk ADB.

Tujuan utama forum ini adalah untuk bertukar pengalaman keterlibatan serikat pekerja dalam transisi energi, membahas kampanye untuk membela energi publik, serta menciptakan pendekatan kebijakan masa depan yang melampaui narasi “transisi yang adil” tradisional. Selain itu, forum ini mendorong aktivisme berbasis pengetahuan di kalangan serikat pekerja dengan menempatkan utilitas publik sebagai aktor utama dalam transisi energi yang adil.

Acara dimulai pada pukul 14.00 dengan sesi pengantar, diikuti oleh sesi pertama yang menilai pengalaman serikat pekerja terkait kebijakan transisi energi. Pembicara dari berbagai negara berbagi kisah sukses dan tantangan mereka, antara lain:

Sean Sweeney (TUED, AS) membahas pengalaman global dalam memenangkan sistem energi terbarukan publik.

Sunghee Oh (KPTU, Korea Selatan) menyoroti krisis privatisasi energi dan kampanye energi publik di Korea Selatan

Efrida Gusti (PP-IP, Indonesia) memaparkan rencana, realitas dan tantangan transisi energi listrik di Indonesia. Selain itu juga menyampaikan perjuangan serikat pekerja dalam mengawal Transisi Energi yang Berkeadilan sesuai dengan Pasal 33 UU 1945, terjangkau serta aman untuk masyarakat dan lingkungan.

Sesi kedua menghadirkan perspektif serikat pekerja dari Bangladesh, India, dan Pakistan mengenai kebijakan energi terbarukan dan respons mereka terhadap tantangan regional. Setelah coffee break, forum memasuki sesi ketiga mengenai strategi serikat pekerja Indonesia yang menekankan Pasal 33 UUD 1945 dan jalur publik sebagai pendekatan untuk transisi energi berkeadilan yang disampaikan oleh Sean Sweeney.

Forum semakin hidup dengan intervensi dan tanggapan dari delegasi diantaranya:

Budi Setianto (SP PLN, Indonesia), membahas tantangan serikat pekerja dalam kampanye JET.

Dr Sharan KC (APHEDA, Australia), memberikan dukungan bagi serikat pekerja dalam memperjuangkan keadilan iklim dan demokrasi energi.

Suganthi Chitravel (TNEBAESU, India) dan Christopher Batistuta (KAMAGGFI, Filipina), membahas contoh pengelolaan kelistrikan yang melibatkan peran publik dan swasta di India dan Filipina.

Forum ditutup dengan rangkuman rekomendasi dan langkah-langkah strategis untuk memperkuat energi terbarukan publik, membangun jaringan serikat pekerja yang solid, serta menempatkan pekerja di garis depan perubahan sektor energi di kawasan Asia Pasifik.

Melalui forum ini, PSI dan afiliasi regional menegaskan kembali komitmen mereka untuk memastikan transisi energi yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi publik, sekaligus memperkuat suara pekerja dalam menentukan masa depan energi di Asia Pasifik.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Public Services International - Indonesia Project

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca