Memperkuat SP PAM JAYA, Membangun Solidaritas Pekerja Sektor Air Minum Jakarta





Serikat pekerja menjadi penting bagi pekerja sektor air minum di Jakarta. Di tengah tanggung jawab menyediakan layanan bagi masyarakat, pekerja membutuhkan organisasi yang mampu memperjuangkan hak, menyampaikan aspirasi, dan membangun solidaritas. Menambah anggota sekaligus memperkuat densitas keanggotaan merupakan langkah penting untuk memperbesar kekuatan tersebut. Semakin banyak pekerja terlibat, semakin kuat landasan serikat dalam memperjuangkan kepentingan bersama.
Semangat itu menjadi inti kegiatan Field Organising bertema “Membangun Serikat Pekerja PAM JAYA yang Kuat: Solid, Berintegritas dan Bermartabat”, pada 10 Oktober 2026 di Hotel Tamarin Wahid Hasyim, Jakarta. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta partisipasi aktif pekerja, terutama kaum muda dan perempuan, dalam gerakan serikat pekerja.
Ketua Umum SP PAM JAYA, Fachmi Islam, menekankan pentingnya membangun organisasi yang memiliki akar kuat di tempat kerja. Pertumbuhan keanggotaan perlu berjalan bersama keterlibatan anggota dalam kehidupan organisasi.
“Kekuatan SP PAM JAYA harus dibangun dari kepercayaan dan keterlibatan pekerja. Kita ingin semakin banyak pekerja bergabung, memahami perjuangan serikat, dan mengambil bagian di dalamnya. Anggota yang solid akan membuat suara kita semakin kuat,” ujar Fachmi.
Terpisah, Sekretaris Umum SP PAM JAYA, Tri Kurniawan menegaskan bahwa membahas identitas serikat, kepentingan yang diperjuangkan bersama pekerja, serta alasan pentingnya menjadi anggota. Pemahaman tersebut menjadi dasar pengorganisasian: pekerja perlu mengetahui hubungan antara keberadaan serikat dan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
“Pekerja perlu mengetahui apa yang diperjuangkan SP PAM JAYA dan bagaimana mereka bisa ikut menentukan arah perjuangannya. Tugas kita adalah mendekati teman-teman, mendengarkan persoalan mereka, lalu mengajak mereka membangun penyelesaian bersama melalui serikat,” kata Tri.
Pembukaan kegiatan menghadirkan Indah Budiarti dari Public Services International (PSI) dan Fachmi Islam. Disampaikan, bahwa pelatihan ini memberikan perhatian khusus pada strategi pengorganisasian yang responsif gender dan inklusif bagi pekerja muda. Kesempatan berpartisipasi secara setara perlu diwujudkan dalam praktik organisasi, mulai dari ruang menyampaikan pendapat, keterlibatan dalam kegiatan, hingga kesempatan mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
Keterlibatan pekerja muda dan perempuan juga menjadi bagian dari keberlanjutan serikat. Organisasi membutuhkan kader yang memahami persoalan anggotanya dan mampu menjangkau rekan kerja. Karena itu, pengorganisasian perlu menciptakan jalur bagi lahirnya pemimpin serikat di masa depan.
Pada sesi pertama, Suherman membahas pentingnya buruh berserikat melalui pembangunan kesadaran, solidaritas, dan kekuatan kolektif. Diskusi mengenai kekuatan serta kelemahan serikat menjadi ruang untuk melihat kondisi organisasi secara lebih terbuka. Dari pemetaan tersebut, peserta dapat mengenali potensi yang perlu dikembangkan dan persoalan yang perlu dibenahi.
Pembahasan dilanjutkan dengan hak-hak dasar dan pelindungan hak pekerja bersama Mahfud Siddik sebagai educator. Pengetahuan tentang hak menjadi bekal agar anggota mampu mengenali persoalan di tempat kerja dan membicarakannya secara terarah bersama organisasi.
Neneng Khairiyah dari IUF Indonesia mengisi sesi mengenai iuran organisasi dan peran penggerak. Iuran berkaitan dengan kemampuan serikat menjalankan kegiatan secara mandiri, sementara penggerak berperan menjaga komunikasi dan menghubungkan organisasi dengan kebutuhan anggota.
Pada sesi terakhir, Fachmi Islam bersama Suherman mengajak peserta membahas pekerjaan yang diperlukan untuk membangun SP PAM JAYA yang kuat. Tantangannya ialah menerjemahkan pemahaman selama pelatihan menjadi langkah pengorganisasian di tempat kerja.
“Solidaritas harus terasa dalam keseharian anggota. Serikat perlu hadir, mendengar, dan bekerja secara terbuka agar kepercayaan terus tumbuh,” tegas Fachmi.
Melalui pelatihan ini, penguatan SP PAM JAYA diarahkan pada pertumbuhan anggota, partisipasi yang setara, serta organisasi yang berintegritas. Serikat yang kuat dibangun melalui kerja berkelanjutan. Menjangkau pekerja, merawat kepercayaan, dan memastikan setiap anggota memiliki ruang untuk ikut memperjuangkan kepentingan bersama. Dengan fondasi itu, perjuangan untuk pekerjaan yang bermartabat dapat tumbuh bersama tanggung jawab menjaga layanan air minum bagi masyarakat Jakarta.
