Skip to content Skip to footer

Delegasi Serikat Pekerja Global Perkuat Solidaritas dan Dialog Sosial di Timor Leste

Public Services International (PSI) diwakili oleh Indah Budiarti, Acting Sub-regional Secretary Asia Tenggara ikut serta dalam rombongan serikat pekerja global Asia Pacific dalam kunjungan misi ke Timor Leste bersama dengan Union Aid Abroad – APHEDA. Kunjungan ini diadakan di Dili pada 16-18 April 2026 bertemu dengan Konfederasaun Sindikatu Timor Leste – KSTL dan juga dengan pemerintah Timor Leste. Komitmen untuk memperkuat perlindungan pekerja, mendorong kerja layak, serta membangun dialog sosial yang inklusif menjadi sorotan utama dalam kunjungan delegasi ini. Tanggal 17 April 2026 di Istana Perdana Menteri Timor Leste, delegasi diterima langsung oleh Yang Mulia Perdana Menteri Timor LesteKay Rala Xanana Gusmão

Pertemuan dengan Perdana Menteri Timor Leste tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kerja sama lintas negara dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Press Conference di Kantor Perdana Menteri Timor Leste

Clare Middlemas, Executive Director Union Aid Abroad APHEDA, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif bersama berbagai federasi serikat pekerja global untuk memperkuat koordinasi dan kemitraan dengan serikat pekerja di Timor Leste. Menurutnya, program ini juga didukung oleh pemerintah Australia melalui inisiatif “Partnership for Decent Work” yang bertujuan mendorong pembangunan ekonomi yang berkeadilan berbasis kerja layak.

“Kami hadir untuk mendengar langsung tantangan yang dihadapi pekerja di Timor Leste, sekaligus memperkuat kerja sama antarserikat dalam mendorong pekerjaan berkualitas, upah layak, serta perlindungan tenaga kerja,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pentingnya penciptaan lapangan kerja berkualitas, perlindungan pekerja muda, hingga penguatan dialog sosial antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Delegasi juga menekankan bahwa pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, harus menjadi prioritas bersama.

Perwakilan dari berbagai federasi serikat pekerja global turut menyampaikan pandangan mereka. Indah Budiarti dari Public Services International menyoroti pentingnya penguatan serikat pekerja di sektor publik sebagai fondasi bagi tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kami berada di sini dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yang Terhormat Perdana Menteri atas sambutan yang hangat kepada kami dalam kunjungan ke Timor Leste, serta atas kesempatan untuk berdiskusi mengenai pembangunan dialog sosial bersama pemerintah,” ujar Indah.

Kehadiran kami juga bertujuan untuk mendukung rekan-rekan kami di sektor publik, khususnya aparatur sipil, agar mendapatkan pengakuan dan penguatan kembali serikat pekerja di kalangan pekerja sektor publik.

“Kami meyakini bahwa ketika pekerja sektor publik memiliki serikat yang kuat, hal tersebut akan berkontribusi pada terwujudnya pemerintahan yang baik serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Timor Leste,” tegasnya.

Sementara itu, Anand Singh is Regional Director of Education International’s Asia-Pacific Region menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan serikat pekerja untuk memastikan terpenuhinya hak-hak dasar pekerja, termasuk upah minimum, kondisi kerja yang layak, serta mekanisme dialog sosial yang efektif. Ia juga menegaskan komitmen solidaritas internasional untuk memperkuat gerakan serikat pekerja di Timor Leste.

Delegasi juga menyoroti peran demokrasi di tempat kerja sebagai bagian penting dari demokrasi nasional. Perwakilan UNI Global Union menyampaikan bahwa penguatan serikat pekerja di sektor swasta, termasuk perbankan dan perdagangan, merupakan langkah penting untuk menciptakan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Dari kawasan regional, perwakilan serikat pekerja Indonesia menegaskan pentingnya keterlibatan serikat pekerja dalam proses perumusan kebijakan publik. Ia menilai bahwa kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif hanya dapat terwujud jika suara pekerja benar-benar diakomodasi dalam proses pengambilan keputusan.

Selain itu, Australian Council of Trade Unions menekankan pentingnya perlindungan hak perempuan dalam pembangunan ekonomi. Delegasi menilai bahwa pembangunan yang berkeadilan harus memberikan perhatian khusus pada kelompok rentan, termasuk pekerja perempuan dan generasi muda.

Isu generasi muda juga menjadi perhatian penting dalam diskusi. Delegasi menilai bahwa pembangunan ekonomi harus mampu menciptakan peluang kerja yang layak bagi kaum muda, sehingga mereka tidak terpaksa meninggalkan negaranya untuk mencari pekerjaan di luar negeri.

Joe Simos dari Service Employees International Union (SEIU), Amerika Serikat, yang juga turut dalam rombongan PSI, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi dan demokrasi harus berjalan beriringan. “Kami ingin melihat Timor Leste menjadi contoh bagi negara-negara demokrasi muda, di mana pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan pekerja,” ujarnya.

Tak kalah penting, perwakilan International Federation of Journalists (IFJ), Jane Worthington, menekankan peran media dalam memperjuangkan hak pekerja. Mereka menyatakan bahwa jurnalisme memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai hak-hak pekerja dan pentingnya kerja layak.

“Tidak akan ada kesadaran yang kuat tentang hak pekerja tanpa jurnalis yang mampu menyampaikan cerita-cerita pekerja secara akurat dan berimbang,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menghasilkan kesepahaman bahwa pembangunan nasional tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah semata. Keterlibatan aktif serikat pekerja sebagai representasi suara kelas pekerja menjadi kunci dalam menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan.

Delegasi juga menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dalam memperkuat dialog sosial, meningkatkan kapasitas serikat pekerja, serta mendorong terciptanya kondisi kerja yang lebih baik di Timor Leste. Solidaritas internasional menjadi fondasi penting dalam upaya tersebut, dengan harapan bahwa kolaborasi lintas negara ini dapat membawa perubahan nyata bagi kehidupan pekerja.

Dengan semangat kebersamaan dan solidaritas, kunjungan ini menjadi langkah awal menuju penguatan gerakan buruh di Timor Leste, sekaligus mempertegas bahwa perjuangan untuk kerja layak adalah perjuangan global yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Public Services International - Indonesia Project

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca