Serikat Digital – Sejenak mengintip ke dalam gerakan buruh yang Bersemangat di tahun 2035


Artikel ini diterjemahkan dari tulisan Christina Colclough and Mirko Herberg yang berjudul “A sneak preview into a vibrant labour movement anno 2035”
Pada suatu acara yang diselenggarakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) sebelum pandemi, seorang pembicara mengatakan bahwa serikat pekerja tidak memiliki masa depan. Ia mengklaim bahwa masa kejayaan serikat pekerja sudah berlalu, dan pekerja tidak lagi membutuhkan, atau menginginkan, untuk berkolektif. Mari kita bawa skeptisisme ini dan melompat ke masa depan dan bertanya: seperti apa masa depan serikat pekerja dalam era digital? Keputusan strategis apa yang diambil oleh serikat pekerja untuk merespon kebutuhan anggotanya? Dan layanan apa yang bisa ditawarkan oleh serikat?
Dunia kerja pada tahun 2035 – lebih baik daripada yang diharapkan
Pada tahun 2035, dunia kerja akan menjadi semakin terdigitalisasi, dengan platform digital yang sudah sangat mapan seiring dengan perantara dalam pasar kerja dan manajement algoritmik sudah menjadi hal yang biasa juga. Namun, pekerja dan serikat mereka membela standar perburuhan dan me-manusiakan kembali kerja. Pekerja gig memiliki hak yang sama dan perlindungan yang sama dengan pekerja lainnya. Semua pekerja memiliki hak digital dan kendali atas data dan juga hak untuk beristirahat. Pemberi kerja harus mengelola sistem digital dengan bekerja sama dengan serikat dan harus berkonsultasi dengan serikat ketika memperkenalkan teknologi baru. Serikat juga memenangkan hak bagi pekerja untuk terus mendapatkan training dan mendapatkan keterampilan (re-skilling), dan menjadi bagian dari badan pengelola sistem vokasional dan program training keterampilan.
Perubahan-perubahan ini tidak terjadi dalam semalam. Perubahan itu adalah hasil dari keputusan strategis yang dibuat oleh serikat dan gerakan buruh di seluruh dunia. Pada awal dekade 2020an, mereka berinvestasi pada pengembanan kapasitas digital yang ditawarkan oleh Global Unions. Inilah yang mereka capai:
- Staf/pengurus serikat dengan kapasitas untuk menangani pengorganisiran dan komunikasi digital dengan penuh tanggung jawab. Covid-19 membuka mata kita yang berada di gerakan buruh. Untuk tetap menjadi relevan dan berada dalam kontak dengan pekerja, serikat harus “go digital” untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan komunikasi internal dan eksternal, mengorganisir dan menangangi berbagai kebutuhan anggota. Serikat berinvestasi pada perangkat keras dan perangkat lunak digital yang sesuai dengan nilai dan tujuan strategis serikat. Lebih penting lagi, pengurus/staf, organiser, dan relawan dilatih sehringga mereka menyadari potensi dan perangkap teknologi digital, dan bagaimana menggunakannya untuk mengorganisir, melakukan kampanye, memberikan layanan kepada anggota dan advokasi kebijakan.
- Kemampuan untuk dengan mudah mengumpulkan data tentang kerja: dalam era digital, serikat menyadari bahwa pemberi kerja memiliki banyak keuntungan dibandingkan dan atas pekerja, yaitu data. Pemberi kerja dapat melakukan analisis yang komplkes, memonetisasi data dan menggunakannya untuk membuat pekerja terpecah belah, berada dalam situasi yang prekariat dan tetap diam. Situasi ini berubah ketika serikat mengembangkan perangkat mereka sendiri yang bisa mengumpulkan data tentang berbagai realitas modern tentang kerja dan mengubah data ini menjadi berita, cerita, dan kampanye serikat. Hasilnya, politisi dan publik, pemberi kerja dan pasar akan mendengar versi alternatif dari realitas itu, yang datangnya dari para pekerja.
Untuk memiliki kapasitas ini, serikat harus melihat ke arah yang lain: menuju ke pekerja muda, para ilmuwan data (data scientists), pengembang and programmer yang bekerja dengan serikat untuk merevolusi bagaimana mereka mengumpulkan, menganalisa, menjaga, dan menggunakan data. Perangkat yang dibuat oleh serikat mendapatkan sambutan dan penerimaan dan digunakan secara meluas. Perangkat baru ini membantu menegakkan mekanisme keluhan dan pelaporan (wistleblowing), memungkinkan dukungan yang kuat bagi perjuangan pekejra, dan sebagai hasilnya, merek memobilisasi anggota dan menjangkau pekerja yang tidak terorganisir dan baru. Membantu pekerja secara efektif melawan ketidakadilan di tempat kerja – dan mengangkat isu ini ke diskusi publik yang lebih luas – membantu mengubah persepsi tentang apa yang bisa dilakukan oleh serikat.
- Sistem digital baru yang memungkinkan pekejra untuk secara aktif terlibat dalam serikat dengan cara-cara yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya. Sistem ini memfasilitasi pertemuan rutin dengan anggota terlepas dari apa mereka bekerja di tempat atau secara jarak jauh. Polling, survey, atau petisi yang menginformasikan dan mendukung proses dan kampanye PKB, kebijakan serikat yang lebih demokratis, dan proses pembuatan keputusan. Hasilnya, lebih banyak anggota yang merasa suara mereka didengar dan bahwa serikat bisa diakses dengan mudah dan dekat dengan mereka. Kegiatan serikat tumbuh pesat.
- Infrastruktur digital yang bertanggung jawab. Serikat memutuskan untuk berinvestasi dalam infrastruktur digital yang menghormati privasi anggota mereka. Serikat di tingkat nasional maupun internasional mengembangkan ekosistem dan perangkat komunikasi yang menjamin tidak ada perusahaan swasta yang punya akses terhadap informasi mereka. Hal ini pada gilirannya mengandalikan pemberangusan serikat (union busting) yang mencegah perusahaan untuk mendapatkan pengetahuan tentang aksi dan strategi serikat. Untuk menciptakan infrastruktur digital yang bertanggung jawab selanjutya berarti bahwa kepercayaan anggota pada serikat mereka dan penganan data mereka meningkat.
Data anggota disimpan dengan aman dalam Sistem Manajemen Relasi Keanggotaan (Membership Relationship Management System) yang dibuat secara khusus. Sistem ini digunakan untuk menjamin bahwa anggota mendapatkan informasi yang mereka inginkan dan butuhkan. Serikat di tahun 2035 memiliki kebijakan penelolaan data yang ketat dalam hubungannya dengan data apa yang disimpan, untuk berapa lama, siapa yang bisa mengaksesnya, dan bagaimana data itu diamankan. Dengan membangun kolektif data pekerja yang dikelola secara demokratis, serikat dapat betul-betul mendapatkan manfaat dari wawasan kolektif tentang data anggota yang dibagi.
- Layanan serikat yang inklusif: dengan kapasitas untuk menangani perangkat komunikasi yang baru, akan lebih mudah untuk memperkenalkan dan menggunakan bot dan hub digital untuk memberikan layanan kepada anggota dan menawarkan layanan awal bagi yang bukan anggota. Anggota dapat dengan segera mendapatkan jawaban dari berbagai pertanyaan tentang hak-hak mereka dan PKB mereka melalui bot layanan serikat, yang dapat juga menghubungkan mereka dengan cepat dengan staf ahli. Informasi dasar tentang hak-hak hukum, PKB, dan bagaimana menangani konlfik memberikan titik mula bagi kontrak pengorganisiran dan pekerja yang berwiraswasta sendiri. Dengan menawarkan digital hub kepada merkea, informasi yang disusun dan didesain dengan baik dan satu cara untuk berpartisipasi dalam demokrasi serikat dari jarak jauh, pekerja ini akan merasa mereka didengar dan dilihat. Mereka tidak lagi menjadi “pekerja hantu” yang tersembungi dari mata dan kebijakan publik.
Perubahan Struktural dalam Serikat
Seluruh sistem, perangkat, dan layanan baru itu membutuhkan perubahan organisasional juga.
- Digireps: untuk menghadapi berbagai aspek teknis yang rumit dari digitalisasi pekerjaan dan pekerja, serikat memperkenalkan sekompok shop stewards (seseorang/perwakilan yang dipilih oleh pekerja untuk mewaliki mereka untuk berhadapan/bernegosiasi dengan manajemen) yang baru dan terspesialisasi: Perwakilan Digital (Digital Representatives/Digireps). Mereka dilatih secara khusus dan sukses menegosiasikan hak untuk menjadi pihak dalam pengelolaan teknologi digital yang saat ini ada di tempat kerja. Merkea meminta pertanggung-jawaban manajemen untuk bagaimana teknologi digunakan juga apa tujuannya, dan mereka menjaga hak-hak pekerja dengan menetapkan suatu perangkat digital apa yang bisa dan tidak bisa digunakan. Digireps adalah sumber daya utama untuk menegosiasikan pasal-pasal digital ke dalam PKB.
- Unit perngorganisiran yang fleksibel: dilengkapi dengan ketrampilan pengorganisiran umum dan dipasangkan dengan pengurus serikat yang mengetahui sektor dan perusahaan dengan baik, pengorganisiran strategis melalui penggunaan perangkat pengorganisiran digital sudah menjadi norma. Mengombinasikan berbagai taktik baru dengan kemampuan untuk beroperasi melintas batas, unit baru pengorganisiran dan metode baru ini membantu memenangkan PKB pada perusahaan-perusahaan multinasional, sehingga membuka jalan bagi negosiasi yang kuat di tingkat nasional dan sektoral dan di sepanjang rantai pasok dan rantai nilai.
- Serikat fisik yang terbuka: pada tahun 2035, lebih dan lebih banyak pekerjaan yang dilakukan dari jarak jauh, baik dari rumah maupuan dari tempat kerja kooperatif. Untuk mengatasi realitas baru ini, serikat menciptakan ruang-ruang pertemuan dalam jaringan yang aman sehingga anggota bisa dengan mudah terhubun dengan dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas serikat. Tetapi mereka juga membangun ruang kerja fisik. Tersebar di seluruh penjuru negeri, ruang-ruang kerja yang aman ini mnawarkan pekerja kesempatan untuk bertemu, bekerja, menyelenggarakan pertemuan dan acara. Serikat tahun 2035 jauh dari murni digital – mereka menjadi balai kota local modern, menghancurkan isolasi dengan menawarkan ruang-ruang sosial.
- Serikat yang lebih besar: sejumlah besar serikat menyadari bahwa berbagai perubahan yang dibawa oleh dunia kerja digital membutuhkan sumber daya yang relatif sulit didapat oleh serikat kecil. Dengan juga menyadari bahwa rantai pasok dan rantai nilai global melintasi batas-batas serikat, gelombang baru kerja sama dan merjer serikat mulai bergerak. Serikat-serikat yang lebih besar terbukti mampu mengorganisir sepanjang rantai pasok dan rantai nilai dan membuat serikat bertanggung jawab untuk apa yang kini menjadi persyaratan uji kelayakan yang wajib.
Masa depan serikat pekerja
Gerakan serikat pekerja tentau saja memiliki masa depan. Tetapi akan mengalami banyak sekali perubahan – baik dalam hal apa yang dilakukan oleh gerakan serikat buruh dan bagaimana mereka melakukannya. Menjembatani antara sekarang dengan skenario tahun 2035 akan membutuhkan pemimpin serikat yang inovatif dan berani untuk memimpin – dan membuktikan bahwa kiamat tidak akan terjadi.
